Sabtu, 18 April 2015

Sejarah Perekonomian Indonesia pada saat pemerintahan orde lama

Sistem Pemerintahan Orde Lama - Akar Sistem Pemerintahan di Indonesia
Pelajaran sejarah juga niscaya membahas tentang sistem pemerintahan orde lama ini. Seolah menggambarkan bagaimana keadaan Indonesia saat berada pada masa-masa kelam. Saat keadaan politik dan sosial di Indonesia belum stabil. Pembahasan tentang sistem pemerintahan orde lama ini akan cukup menarik buat diikuti.
Tahun 1945 ialah tahun paling bersejarah dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kemerdekaan Indonesia diraih pada tahun itu. Bebas dari pengaruh penjajah buat kemudian mulai menata segala sesuatunya sendiri. Masa-masa itulah nan dikenal dengan istilah orde lama. Tidak salah jika sistem pemerintahan orde lama disebut-sebut sebagai awal sejarah pemerintahan bangsa Indonesia.
Pada masa orde lama inilah, bangsa kita baru memulai menata segala perihal anggaran dalam mengelola negara. Saat itu, kita baru saja memroklamirkan diri menjadi negara merdeka meskipun belum bebas seratus persen dari kekuasaan penjajah. Maka, dapat dikatakan bahwa era pemerintahan orde lama menjadi cikal bakal pengaturan sistem buat bangsa Indonesia. Bahwa sistem pemerintahan orde lama ini ialah akar dari semua sistem pemerintahan nan saat ini berlaku.
Sietem pemerintahan orde lama ialah sebuah sistem pemerintahan negara Indonesia nan berlangsung di bawah pimpinan Soekarno. Penerapan sistem pemerintahan orde lama berlangsung sejak proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 hingga 1968.
Setelah proklamasi kemerdekaan dikumandangkan, sejak itulah bangsa Indonesia mulai memasuki babak kehidupan baru sebagai bangsa nan merdeka dan berdaulat. Setelah perjuangan merebut kemerdekaan, tantangan selanjutnya ialah mengatur negara ini dengan sistem nan sesuai.Dan sistem pemerintahan orde baru ialah sistem pertama nan dilakukan oleh pemerintah Indonesia.
Meskipun sistem pemerintahan orde lama dianggap banyak melakukan trial and error terhadap sistem pemerintahan Indonesia. Namun, pengaruh dari sistem pemerintahan tersebut sama sekali tak dapat kita kesampingkan. Hingga akhirnya Indonesia mengalami perubahan sistem pemerintahahan beberapa kali buat mencari sistem paling sesuai.

Sistem Pemerintahan Orde Lama - Indonesia Era Soekarno
Selama pemerintahan Soekarno, pernah diterapkan beberapa sistem pemerintahan di Indonesia. Indonesia pernah menerapkan sistem pemerintahan presidensial. Kemudian, sistem pemerintahan presidensial diganti dengan betuk pemerintahan parlementer. Juga pernah menerapkan sistem pemerintahan demokrasi liberal nan kemudian diganti dengan sistem pemerintahan demokrasi terpimpin. Semua sistem tersebut pada dasarnya terangkum dalam istilah sistem pemerintahan orde lama .


Sistem Pemerintahan Orde Lama - Penerapan Sistem Pemerintahan Presidensial di Indonesia
Sistem pemerintahan presidensial merupakan sistem pemerintahan orde lama nan pertama kali diterapkan Soekarno dalam memimpin bangsa Indonesia. Namun, sistem ini hanya berjalan kurang lebih selama tiga bulan. Perubahan sistem presidensial terjadi sebab adanya defleksi terhadap UUD 1945.
Di dalam sistem pemerintahan presidensial, kekuasaan negara terfokus kepada presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Sistem pemerintahan orde lama ini tak menggunakan teori pemisahan negara seperti nan ada di dalam trias politica nan dirancang Montesquieu. Jadi, dalam sistem ini, tak ada forum pemegang supremasi tertinggi. Presiden dan wakilnya dipilih secara langsung oleh rakyat nan masa kepemimpinannya ditentukan oleh konstitusi.


Sistem Pemerintahan Orde Lama - Penerapan Sistem Pemerintahan Parlementer di Indonesia
Sistem pemerintahan parlementer juga pernah dianut Indonesia pada sistem pemerintahan orde lama. Namun, sistem parlementer nan digunakan masih parlementer semu ( quasy parlemenary ). Pemerintahan parlementer lahir atas dasar konstitusi Republik Indonesia Perkumpulan pada 1950. Sutan Syahrir merupakan perdana menteri pertama di dalam sistem pemerintahan ini.
Sistem pemerintahan parlementer merupakan sistem pemerintahan orde lama nan menjadikan posisi parlemen memiliki peranan krusial di dalam pemerintahan. Parlemen mempunyai wewenang buat mengangkat perdana menteri. Selain itu, parlemen dapat menjatuhkan pemerintahan dengan cara mengeluarkan mosi tak percaya terhadap pemerintahan tersebut.


Sistem Pemerintahan Orde Lama - Penerapan Sistem Pemerintahan Demokrasi di Indonesia
Indonesia, dalam sistem pemerintahan orde lama pernah menggunakan sistem pemerintahan demokrasi. Namun, sistem pemerintahan demokrasi tersebut juga masih bersifat semu. Ini dikarenakan jalannya sistem demokrasi tak sepenuhnya dilakukan. Sistem pemerintahan demokrasi nan pernah diterapkan ialah sistem pemerintahan demokrasi liberal dan sistem pemerintahan demokrasi terpimpin.
Sistem pemerintahan demokrasi didasarkan pada UUD 1950 nan menggantikan konsitusi RIS 1949. Saat itu, sebenarnya masih menggunakan sistem pemerintahan parlementer kabinet. Namun, sistem parlementer kabinet itu pun menggunakan cara demokrasi liberal nan masih semu. Sistem pemerintahan orde lama tersebut 
Pada 1959 hingga 1966, Soekarno mengenalkan sistem pemerintahan demokrasi terpimpin. Kedudukan presiden pada sistem ini makin kuat. Ia memiliki kekuasaan nan mutlak. Presiden dapat dijadikan alat buat melenyapkan berbagai kekuasaan nan dianggap menghalanginya. Kebebasan berpendapat dan kegiatan partai politik sangat dibatasi. Sistem demokrasi terpimpin ini juga merupakan bagian dari sistem pemerintahan orde lama.
Baik atau buruknya nilai rasa nan dimiliki ketika membicarakan sistem pemerintahan orde lama, sistem pemerintahan tersebut nyatanya ikut mengantarkan Indonesia menjadi sebuah negara nan mampu berdiri hingga sekarang ini. Tidak bisa dipungkiri jika Soekarno, bagaimanapun keadaannya, ialah sosok pemikir hebat nan berani mengambil risiko.


Pemerintahan Orde Lama (1945-1966)
Periode Orde Lama (Orla) ditandai dengan ketidakstabilan politik. Kabinet juga berganti-ganti. Kadang-kadang usia pemerintahan (kabinet) kurang dari setahun. Masa itu, pemerintahan juga diganggu oleh ancaman disintegrasi, seperti pemberontakan PRRI dan Permesta. Lemahnya pemerintahan diperparah dengan lemahnya penanganan masalah-masalah ekonomi. Hal ini berkaitan erat dengan sistem ekonomi yang digunakan di Indonesia.
Periode 1945-1959 sistem ekonomi yang diterapkan cenderung berorientasi Kapitalis-Liberal. Sistem ini merupakan sisa-sisa sistem ekonomi yang diterapkan pemerintahan penjajah (Belanda). Akibatnya, pada masa awal kemerdekaan, keadaan ekonomi Indonesia sangat buruk, yang antara lain disebabkan oleh :
1.    Inflasi yang sangat tinggi, hal ini disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javashe Bank ,mata uang pemerintah Hindia Belanda,dan mata uang pendudukan Jepang. Pada tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. Pada bulan Oktober 1946, pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Berdasarkan teori moneter, banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga.
2.    Adanya blockade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI.
3.    Kas Negara kosong
4.    Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan ekonomi,antara lain :
1.    Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan IR. Surachman pada bulan Juli 1946.
2.    Upaya menembus blockade dengan diplomasi beras ke India (India merupakan Negara yang mengalami nasib yang sama dengan Indonesia yaitu sama-sama pernah dijajah, Indonesia menawarkan bantuan berupa padi sebanyak 500.000 ton dan India menyerahkan sejumlah obat-obatan kepada Indonesia),mengadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus blockade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
3.    Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
4.    Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947 Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948, mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif.
5.    Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Dengan swasembada pangan, diharapkan perekonomian akan membaik (mengikuti Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan).












Tidak ada komentar:

Posting Komentar